Target UMKM Naik Kelas, Muzakarah Saudagar Aceh dan UMKM Expo Saudagar Aceh Siap Digelar!

Ketua MPW ISMI Aceh, Nurchalis SP MSi (dua dari kanan), didampingi Kepala UPTD PLUT-KUMKM Diskop UKM Aceh, Rosti Maidar SE MSi (dua dari kiri), saat sesi jumpa pers di Sekretariat MPW ISMI Aceh, Banda Aceh, Rabu (19/11/2025). [Foto: Dok Ismi Aceh]

Banda Aceh – Majelis Pengurus Wilayah (MPW) Ikatan Saudagar Muslim se-Indonesia (ISMI) Aceh, bekerja sama dengan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Aceh, serta Diaspora Aceh Global (DAG) akan segera menyelenggarakan hajat besar yang bertujuan untuk memacu kebangkitan ekonomi daerah.

Kolaborasi tiga pihak ini diwujudkan dalam acara Muzakarah Saudagar Aceh dan UMKM Expo Saudagar Aceh yang dilaksanakan pada tanggal 21-23 November 2025 di Gedung Balai Meuseuraya Aceh (BMA), Kota Banda Aceh.

Ketua ISMI Aceh, Nurchalis SP MSi, menyebutkan bahwa kegiatan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan para pengusaha, akademisi, pembuat kebijakan, dan pelaku UMKM untuk merumuskan gagasan serta langkah konkret dalam meningkatkan daya saing produk Aceh di pasar nasional maupun internasional.

“Kegiatan ini kami rancang dengan semangat kebersamaan sebagai wujud nyata untuk membangun Aceh. ISMI sebagai organisasi yang lahir dari rahim empat kekuatan besar (NU, Muhammadiyah, ICMI dan MUI) merasa berkewajiban untuk menjadi motor penggerak dalam pemberdayaan ekonomi umat,” ujar Nurchalis dalam konferensi pers yang diadakan di Sekretariat MPW ISMI Aceh, Banda Aceh, Rabu (19/11/2025).

Nurchalis menegaskan bahwa perhelatan Muzakarah Saudagar Aceh dan UMKM Expo Saudagar Aceh ini bertujuan untuk memastikan produk-produk lokal produksi UMKM Aceh mampu berkembang dan menembus pasar global.

Menurutnya, keberhasilan UMKM Aceh untuk ‘go global’ akan memicu dampak multisektor dan diharapkan membawa kemasyuran bagi daerah. Berkembangnya UMKM akan mendorong in-capital (masuknya modal/uang ke Aceh) sekaligus menjadi penguat bahan baku lokal.

Kondisi itu, kata dia, secara langsung akan berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sehingga nama Aceh akan semakin dikenal luas di kancah nasional maupun internasional.

Nurchalis menyebutkan bahwa Aceh memiliki potensi besar yang belum tergarap maksimal. Kondisi itu menjadi penyemangat dan motivasi bagi pihaknya untuk terus berikhtiar menggerakkan seluruh potensi yang ada.

“Dengan keunggulan geografis, geostrategis, dan geopolitik yang dimiliki, Aceh sebetulnya berada di posisi yang sangat menguntungkan. Namun, untuk merealisasikan potensi yang ada tersebut, kita harus menyatu, mengelaborasi semua kekuatan yang ada menjadi satu kebangkitan bersama, karena kita tidak akan pernah bisa bangkit sendiri-sendiri,” ungkapnya.

Dihadiri Tokoh Penting Nasional hingga Internasional

Dalam kesempatan tersebut, Nurchalis menyebutkan bahwa kegiatan Muzakarah Saudagar Aceh dan UMKM Expo Saudagar Aceh akan diramaikan oleh berbagai tokoh penting lintas nasional maupun internasional.

Tokoh-tokoh yang dipastikan akan berhadir diantaranya adalah Ketua Umum Majelis Pengurus Pusat (MPP) ISMI Dr Ing Ilham Akbar Habibie MBA, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof Dr Arif Satria, Pakar Halal Supply Chain Dunia Prof Dr Marco Tieman, Ketua Diaspora Aceh Global Dr H Mustafa Abubakar, hingga Saudagar Aceh di Malaysia Datuk Haji Mansyur Usman.

Selain itu, kegiatan ini juga akan diramaikan oleh para saudagar/pengusaha nasional, lokal hingga internasional, baik yang tergabung dalam organisasi maupun di luar organisasi. Acara ini juga akan dihadiri oleh Gubernur Aceh, H Muzakir Manaf, yang dijadwalkan juga untuk membuka acara secara langsung.

Rekomendasi Kebijakan dan Business Matching

Nurchalis menjelaskan bahwa dalam acara tersebut, para praktisi, pemangku kebijakan, pelaku usaha, hingga akademisi akan duduk rembuk bersama berdialog untuk membahas strategi penguatan ekonomi Aceh lewat sektor UMKM.

“Hasil dialog ini nantinya akan dijadikan sebuah rekomendasi kebijakan yang diserahkan ke Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota, sehingga kebijakan yang dihasilkan betul-betul berbasis pada kebutuhan dan tantangan riil yang dihadapi oleh pelaku UMKM di lapangan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM) Diskop UKM Aceh, Rosti Maidar SE MSi, menjelaskan bahwa di dalam acara itu juga akan ada agenda business matching.

Business matching adalah platform strategis dimana para pelaku UMKM Aceh akan dipertemukan secara langsung dengan calon investor, pembeli besar (buyers), dan mitra bisnis potensial.

Rosti menjelaskan bahwa tujuan dari sesi business matching ini adalah untuk membuka akses pasar yang lebih luas dan memfasilitasi kesepakatan bisnis nyata antara pelaku UMKM Aceh dengan buyers nasional maupun internasional.

“Kami sangat optimistis bahwa produk-produk UMKM lokal Aceh memiliki daya saing tinggi dan kualitas yang tidak kalah unggul dibandingkan produk-produk di pasar nasional maupun internasional. Oleh karena itu, sesi business matching ini adalah momentum penting untuk membuka pintu dan memfasilitasi UMKM agar dapat merambah pasar yang lebih luas, termasuk kancah dunia. Ini adalah peluang emas bagi produk lokal untuk dikenal secara global,” kata Rosti Maidar.

Rosti Maidar menambahkan, selain sesi formal seperti muzakarah dan business matching, UMKM Expo Saudagar Aceh akan menjadi etalase bagi lebih dari 50 pelaku UMKM terbaik Aceh.

Booth-booth pameran ini, kata dia, akan menampilkan beragam produk unggulan mulai dari komunitas pertanian dan perikanan, produk fesyen dan kerajinan tangan, hingga kuliner khas Aceh yang telah dikemas secara modern dan siap ekspor.

“Kami menargetkan expo ini tidak hanya menjadi tempat transaksi bisnis, tetapi juga menjadi ajang edukasi dan inspirasi bagi masyarakat umum, terutama generasi muda Aceh. Kami berharap ini menjadi ‘pesta rakyat’ ekonomi yang melibatkan semua lapisan,” ujar Rosti.

Rangkaian Acara

Secara terpisah, Ketua Panitia Acara, Muhammad Balia, menjelaskan bahwa kegiatan Muzakarah Saudagar Aceh dan UMKM Expo Saudagar Aceh dirancang dengan beberapa agenda yang berfokus pada penguatan UMKM lokal Aceh.

Rangkaian kegiatan tersebut meliputi pameran produk-produk lokal UMKM Aceh layak ekspor, Focus Group Discussion (FGD), seminar ekspor-impor, business matching, hingga penyerahan penghargaan kepada 10 tokoh berjasa.

Balia juga berharap agar masyarakat yang saat ini sedang merintis usaha supaya dapat memanfaatkan Klinik UMKM yang disediakan, yaitu jasa booth konsultasi khusus untuk membantu masyarakat terkait masalah legalitas usaha dan memberikan panduan pengembangan bisnis usaha.

Balia juga mengundang seluruh masyarakat untuk berhadir dan memeriahkan kegiatan Muzakarah Saudagar Aceh dan UMKM Expo Saudagar Aceh di Balai Meuseuraya Aceh pada 21-23 November 2025.

Karena selain sebagai platform promosi produk lokal, acara ini juga akan diperkaya dengan persembahan seni budaya Islami yang melibatkan artis lokal, nasional dan seniman Aceh.

“Partisipasi aktif dari masyarakat, pelaku usaha dan dukungan kebijakan pemerintah adalah kunci keberhasilan pembangunan ekonomi yang berbasis potensi lokal dan nilai-nilai syariah. Kami optimis Muzakarah Saudagar Aceh dan UMKM Expo Saudagar Aceh ini akan menjadi langkah awal yang strategis dalam membangun sinergi demi percepatan pembangunan daerah yang berkelanjutan,” demikian kata Balia yang juga Sekretaris Umum (Sekum) MPW ISMI Aceh. (Akhyar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *