Menanti Political Will Gubernur Aceh Pasca Muzakarah Saudagar Aceh 2025 Selesai
Banda Aceh – Muzakarah Saudagar Aceh dan UMKM Expo Saudagar Aceh 2025 resmi berakhir malam ini, Minggu (23/11/2025). Namun satu pekerjaan besar masih menunggu sentuhan pemerintah, yakni political willatau komitmen nyata dari Gubernur Aceh untuk mendorong pengembangan UMKM dan jejaring saudagar Aceh secara lebih serius dan terarah.
Ketua Diaspora Aceh Global (DAG), Mustafa Abubakar, menegaskan bahwa forum yang berlangsung tiga hari ini telah menunjukkan energi besar dari pelaku usaha, diaspora, dan komunitas intelektual Aceh. Namun semua itu, menurutnya, membutuhkan dukungan pemerintah agar tidak berhenti hanya sebagai wacana tahunan.
“Kita ingin melihat keberpihakan. Political will dari gubernur dan Pemda sangat diperlukan untuk menumbuhkembangkan UMKM,” kata Mustafa kepada Theacehpost.com.
Ia mengapresiasi keberanian Majelis Pengurus Wilayah (MPW) Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Aceh telah menggelar forum berskala besar yang menghadirkan para expert lokal, nasional, dan internasional tersebut.
“Ini langkah awal yang patut dihargai. Hal terpenting bukan pada teknis penyelenggaraan, melainkan kesinambungan dan arah kebijakan setelahnya,” ujar Mustafa.
Dia mendorong agar Muzakarah Saudagar Aceh tidak berhenti sebagai event sesaat. Ia mengusulkan forum semacam ini dilaksanakan secara reguler setiap dua atau tiga tahun, disertai evaluasi komprehensif yang melibatkan seluruh unsur mulai dari hulu hingga hilir untuk kemajuan UMKM di Aceh.
“Penilaian harus menyeluruh, tidak sepotong-sepotong. Kalau berkelanjutan, kita bisa melihat progres yang teratur dan terukur,” tegasnya.
Ia menekankan, semangat dan jejaring yang muncul dalam forum ini hanya akan benar-benar berdampak apabila mendapat dukungan kebijakan dari Pemerintah Aceh.
“Pengembangan UMKM ini urgent. Kita butuh keberpihakan pemerintah agar ekonomi Aceh bisa bergerak lebih cepat,” tutup Mustafa Abubakar.






