ISMI Aceh Anugerahkan ISMI Award Saudagar Aceh 2025 kepada 10 Tokoh Berjasa

Sebanyak 10 tokoh menerima ISMI Award Saudagar Aceh 2025. Award diserahkan pada pembukaan Muzakarah Saudagar Aceh dan UMKM Expo Saudagar Aceh 2025 di Balai Meuseuraya Aceh, Banda Aceh, Jumat malam (21/11/2025). [Foto: Dok MPW ISMI Aceh]

Banda Aceh – Majelis Pengurus Wilayah (MPW) Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Aceh menganugerahkan ISMI Award Saudagar Aceh 2025 kepada sepuluh tokoh yang dinilai memberikan kontribusi besar bagi Aceh dan Indonesia.

Penghargaan diserahkan pada pembukaan Muzakarah Saudagar Aceh dan UMKM Expo Saudagar Aceh 2025 di Balai Meuseuraya Aceh, Banda Aceh, Jumat malam (21/11/2025).

Penyerahan piagam dilakukan oleh Ketua Umum ISMI, Ilham Akbar Habibie, bersama Ketua ISMI Aceh Nurchalis, didampingi Sekretaris ISMI Aceh Muhammad Balia dan Bendahara Fuadi Satria.

Penghargaan pertama diberikan kepada Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al Haythar, atas konsistensinya membangun kemitraan serta menarik investor asing melalui berbagai panggung global.

Tokoh pemberdayaan UMKM, Mustafa Abubakar, turut menerima penghargaan atas dedikasinya menghimpun potensi diaspora Aceh serta upayanya menjembatani produk UMKM Aceh ke pasar internasional.

ISMI juga menyerahkan penghargaan kepada keluarga almarhum Teuku Markam, seorang filantropi dan figur monumental bangsa yang dikenal menggunakan kemampuan serta hartanya demi tegaknya martabat Indonesia di mata dunia.

Visioner industri media, Surya Dharma Paloh (Surya Paloh), dianugerahi penghargaan atas kontribusinya yang luas dalam dunia pers, ekonomi, dan politik nasional.

Penghargaan berikutnya diberikan kepada Abdul Latif sebagai pionir kewirausahaan pemuda, dan Haji Ibrahim Pidie sebagai investor lokal yang dinilai memberi dampak signifikan bagi masyarakat.

Sebagai pemberdaya SDM unggul, Rusli Bintang menerima penghargaan atas kiprahnya sebagai investor sosial yang turut meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing ekonomi bangsa.

Keluarga almarhum Teuku Muhammad Hasan menerima penghargaan atas jasa monumentalnya sebagai negarawan yang berperan penting memperjuangkan kedaulatan sumber daya alam Indonesia melalui kecerdasan dan keahlian hukumnya.

ISMI Aceh juga menganugerahkan penghargaan kepada almarhum Profesor Ibrahim Hasan, guru besar kebijakan publik yang berhasil menerjemahkan pemikiran akademis menjadi kebijakan pro-rakyat dan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Daftar penerima ditutup oleh almarhum Haji Harun Keuchik Leumiek, saudagar pelestari khazanah Aceh yang dikenang karena keteladanannya memaknai kesuksesan finansial sebagai jalan menuju kebaikan abadi. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *