Apa yang Harus Dilakukan Agar UMKM Aceh Merambah Pasar Global?

Ketua Umum Ikatan Saudagar Muslim Indonesia, Ilham Akbar Habibie, menyambangi sejumlah stand di UMKM Expo Saudagar Aceh 2025 di Balai Meseuraya Aceh, Banda Aceh, Jumat (21/11/2025). [Foto: The Aceh Post/Alfath]

Banda Aceh – Produk UMKM di Indonesia tak terkecuali Aceh punya peluang besar merambah pasar global, namun peluang itu masih tertahan oleh lemahnya inovasi dan minim riset akademis yang bisa digunakan pelaku usaha.

Ketua Umum Majelis Pengurus Pusat Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (MPP ISMI), Dr Ing Ilham Akbar Habibie MBA, membeberkan persoalan utama UMKM di Indonesia pada umumnya bukan soal kreativitas, melainkan kurangnya dukungan riset yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri.

“UMKM di kita pada umumnya masih terpusat pada kuliner, busana, dan kriya. Porsinya lebih dari 80 persen. Ketiganya tumbuh pesat, namun inovasinya belum cukup untuk menembus pasar global,” kata Ilham Akbar Habibie dalam pembukaan Muzakarah Saudagar Aceh dan UMKM Expo Saudagar Aceh 2025 di Balai Meseuraya Aceh, Banda Aceh, Jumat malam (21/11/2025).

Ilham menyebut negara-negara maju menjadikan riset sebagai pendorong utama kemajuan ekonominya. Korea Selatan, Jerman, hingga Cina misalnya, yang menggelontorkan dana besar untuk akademisi melakukan riset supaya mendongkrak ekonomi.

Ilham menegaskan bahwa kolaborasi antara pelaku usaha dan akademisi merupakan strategi paling realistis untuk meningkatkan daya saing produk UMKM.

Hal tersebut diyakininya dapat melahirkan formulasi ekonomi yang langsung bisa digunakan pelaku usaha, mulai dari peningkatan kualitas, efisiensi produksi, hingga pemenuhan standar internasional.

“Banyak masih penelitian di kampus yang hanya dibuat oleh peneliti demi memenuhi tuntutan akademik, bukan bisa bermanfaat juga untuk kebutuhan industri,” ungkapnya. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *